Kamis, Januari 20, 2022

Ampuh Sultra Minta Komitmen PT ANTAM, Bangun Smelter Atau Angkat Kaki Dari Bumi Oheo

Konut,tuntas.id – Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memberikan warning kepada pihak PT. Aneka Tambang (Antam) di Blok Mandiodo ‘Bangun Smelter Atau Angkat Kaki Dari Konawe Utara’.

Pasalnya, setelah kurang lebih 15 (lima belas) tahun PT. Aneka Tambang (Antam) berpijak di Bumi Oheo, Konawe Utara. Perusahaan tersebut belum juga memenuhi komitmen untuk membangun pabrik pemurnian nikel (smelter) di Kab. Konawe Utara.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo.

“Terhitung sejak tahun 2007 PT. Antam sudah masuk di Konawe Utara melakukan eksplorasi, namun sampai hari ini pihak perusahaan itu belum juga memenuhi komitmen untuk membangun smelter di Konawe Utara”. Ungkapnya kepada media ini, Rabu (29/9/21).

Aktivis asal Konawe Utara itu menuturkan, jika saja sejak dulu PT. Aneka Tambang sedia membangun pabrik pemurnian biji nikel (smelter) di Kab. Konawe Utara. Maka menurutnya ribuan masyarakat Kab. Konawe Utara akan dapat diserap sebagai tenaga kerja di perusahaan Plat Merah tersebut.

“Kalau saja dari dulu mereka punya keinginan bangun smelter di Konawe Utara, maka kami yakin dan percaya bahwa saat ini sudah ada ribuan masyarakat yang di pekerjakan di perusahaan milik negara itu”. Tuturnya

Menurut Hendro, kehadiran PT. Aneka Tambang di Kab. Konawe Utara seharusnya memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, terkhusus dari aspek penyerapan tenaga kerja sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran di Konawe Utara. Namun menurutnya, pihak perusahaan Plat Merah tersebut terkesan tidak peka dengan keinginan masyarakat Konawe Utara secara umum.

“Sebagai perusahaan milik negara, kehadiran PT Antam mestinya wajib memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Kab. Konawe Utara terkhusus masyarakat di lingkar tambang. Namun yang terjadi justru sebaliknya”

“Seperti yang terjadi sekarang ini, sudah ada puluhan bahkan mungkin ratusan masyarakat yang bekerja sebagai karyawan di perusahaan swasta terancam kehilangan pekerjaan akibat perseteruan  PT Antam dan beberapa IUP Swasta yang ada di wilayah Mandiodo, Kec. Molawe, Konawe Utara”. Terangnya

Oleh sebab itu, pihaknya kembali mempertegas komitmen pihak PT. Aneka Tambang (Antam) untuk membuat dan menanda tangani fakta integritas sebagai bentuk keseriusan untuk membangun pabrik pemurnian nikel (smelter) di Kab. Konawe Utara.

“Kita mau pastikan keseriusan PT. Antam ini, mau komitmen bangun smelter atau tidak. Kalau mau komitmen bangun smelter kami siap pasang badan mendukung kehadiran PT. Antam di Konawe Utara. Tapi jika sebaliknya, maka kami juga yang akan berdiri di garis terdepan menolak kehadiran PT. Antam di Kab. Konawe Utara”. Tutupnya

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles