Kamis, Januari 20, 2022

Terkait Berita Hoax, Sekjen DPP Ampuh Angkat Bicara

Jakarta,tuntas.id – Beberapa waktu lalu mencuat pemberitaan terkait pimpinan PT. Masempo Dalle (AT) yang dikabarkan tengah periksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) perihal kasus pajak.

Namun pemberitaan tersebut sontak menuai kritikan dari berbagai elemen. Pasalnya pemberitaan tersebut dinilai tidak profesional karena menyajikan kabar yang tidak benar atau bohong.

Sebelumnya pemberitaan mengenai AT yang tengah di periksa pihak Kejati Sultra di terbitkan di media online www.timurterkini.com dengab judul “AT Diperiksa di Kejati Sultra Soal Pajak” dan www.sultraraya.com dengan judul “ Diduga Melakukan Pengapalan Ilegal, AT Diperiksa di Kejati Sultra”.

Menanggapi hal itu, Muh Gilang Anugrah (MGA) Selaku Sekjen DPP Ampuh saat di konfirmasi pihak media ini mengaku menyesalkan masih adanya media atau oknum pers yang di nilai tidak mengindahkan kode etik jurnalistik.

“Sebagai insan pers yang profesional seharusnya menyajikan berita yang benar, akurat dan terpercaya. Bukan menyajikan berita bohong apa lagi untuk di konsumsi publik”.Ucapnya saat di konfirmasi via whatsapp pada, Selasa (2/11/2021).

Dia menambahkan, bahwa berita tersebut tidak berimbang di karenakan tidak ada konfirmasi kepada yang bersangkutan. Sehingga kesimbangan pemberitaan tersebut perlu di pertanyakan.

Tambah MGA “Setau saya pers sangat esensial dalam mengawal roda pemerintahan dan penegakan hukum di suatu daerah, akan tetapi dalam menyajikan berita ke publik setiap insan pers seyogyanya mampu meneladani pedoman-pedoman insan pers salah satunya adalah kode etik jurnalistik”

Berita Hoax dan bohong jelas-jelas pidana melanggar UU ITE dan apa bila ia seorang wartawan maka juga kena UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

“Bagi saya insan pers ini sangat penting dalam mengawal roda pemerintahan dan penegakan supremasi hukum di suatu daerah, jadi sangat di sayangkan jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab berusaha merusak citra pers dengan menyajikan pemberitaan yang tidak benar ke publik”. Tutupnya.selasa(02/11/21)

Related Articles

- Advertisement -

Latest Articles